Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, September 12, 2012

Sinopsis Faith episode 6

Choi Won Hong...!!! sudah gede ^_^
Source : lee minho/tumblr


Choi Young langsung pergi ke rumah Ki Cheol saat mendengar kalau Eun Soo dibawa paksa ke rumah itu.

Choi Young masuk dan harus bertarung dengan Hwa Su In, Eum Ja dan pasukan Ki Cheol. Choi Young sempat terluka dengan serangan Eum Ja, tapi ia berhasil menemukan Eun Soo.

Saat akan keluar, Ki Cheol dan pasukannya menghadang Choi Young dan Eun Soo. Ia menyindir pasti Choi Young sudah menyembunyikan pasukan Woodalchi di atas atapnya sampai sangat percaya diri masuk ke rumah Ki Cheol.

Choi Young berkata ia tidak menyembunyikan pasukan, bahkan Raja juga tidak tahu masalah ini. Choi Young datang atas misi pribadi, karena ia mencemaskan wanita yang dicintainya.

Eun Soo dan semuanya terkejut mendengar pengakuan Choi Young. Ki Cheol bahkan tertawa keras, ia sama sekali tidak percaya.

Ki Cheol : Adik
Su In : Apa?
Ki Cheol : Ini kedua kalinya kau sudah bertempur dengan orang ini. Bagaimana?

Su In jalan mendekati Choi Young, kau hanya memintaku untuk mengetesnya, aku tidak menggunakan kekuatan secara penuh.

Su In ingin menyentuh Choi Young tapi Choi Young menepis tangan Su In. Su In juga tidak bisa mengatakan apa Choi Young menggunakan kekuatannya dengan penuh atau tidak.
Su In ingin mendekati Eun Soo. Tapi Choi Young segera menghadangnya dengan tameng polisi.

Ki Cheol tanya Eum Ja, bagaimana kekuatan petir Choi Young.
Eum Ja : Mungkin dia belum mengeluarkan semuanya, kekuatannya tidak bertahan lama.

Ki Cheol : Apa karena kekuatannya tidak begitu besar atau mungkin karena ia terluka? Yang mana?
Choi Young tanya balik, jawaban mana yang lebih menguntungkan baginya?

Ki Cheol : Kemampuan bela dirimu luar biasa, tapi yang lebih penting kau adalah pejuang yang tidak hanya menggunakan pedangmu.

Choi Young : Saya kadang menggunakan busur dan panah, dan jika tidak ada apapun, saya bahkan menggunakan tinju saya.

Ki Cheol senang : Pejuang yang menggunakan otaknya. Choi Young, apa kau suka minuman keras?

Ratu Nogook menemui Raja Gongmin. Gongmin menyindirnya, kau pernah bilang, kau tidak akan pernah mencariku atau menanyakan apapun padaku lagi.

Nogook : Apa anda ingin terus mengejek saya, atau mendengar yang harus saya katakan?

Gongmin memberi isyarat pada Nogook untuk duduk. Nogook duduk dan berkata ia mendengar Woodalchi Daejang pergi mencari Eui Seon. Saya punya hubungan dengan beberapa pejabat tinggi. Kita bisa meminta bantuan mereka.
Meskipun anda tidak suka mendengar ini, atau bahkan tidak memikirkannya, saya adalah Putri Yuan. Jadi manfaatkanlah saya.

Gongmin : Memanfaatkanmu?
Nogook : Meskipun P. Deok Seong sangat percaya diri, dia tidak akan bisa menolak permintaan dari pemimpin militer Yuan begitu saja. Saya akan meminta mereka mengembalikan Eui Seon dan Woodalchi Daejang.

Gongmin : Mungkin kau sudah lupa, jadi aku akan mengingatkanmu. Aku adalah Raja Goryeo.
Nogook membalasnya, saya adalah Ratu Goryeo.

Gongmin mendekat, P. Deok Seong, Ki Cheol. Tidak peduli betapa brutalnya dia, dia tetaplah salah satu dari rakyatku, anak buahku. Apa kau memintaku untuk mohon bantuan dari Yuan?
Apa yang akan kukatakan pada mereka? Karena aku adalah Raja yang payah, aku tidak bisa mengendalikan salah satu anak buahku, jadi tolong katakan padanya (Ki Cheol) untuk mendengarkanku? Apa aku harus mengatakan itu?
Sebagai Ratu Goryeo, kau seharusnya tidak berpikir seperti itu atau mengatakan kata2 itu.

Nogook menunduk, saya mengerti, anda benar.
Gongmin heran, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau menundukkan kepalamu? Apa kau berpikir, Raja menyedihkan ini, meskipun anak buahnya sekarat, hanya memikirkan harga dirinya sendiri? Apa itu yang kau pikirkan?

Nogook menangis. Gongmin jadi tidak enak, ia berbalik ke arah kursinya. Gongmin tanya apa Nogook sudah mengatakan semua yang ingin dikatakannya?
Nogook tidak menjawab. Ia berdiri, membungkuk dan jalan pergi.

Choi Sanggung awalnya ikut jalan, tapi berhenti dan bicara pada Gongmin. Yang Mulia Ratu berjuang lama sekali sebelum datang kesini, karena dia harus menyingkirkan harga dirinya.
Gongmin : Aku harus menyerahkan Eui Seon pada mereka.
Choi Sanggung mengerti.

Gongmin : Eui Seon benar2 datang dari langit. Ki Cheol tidak akan berani melukainya. Aku percaya itu.
Choi Sanggung : Ya.

Gongmin berkata ia tidak menyerahkan Eui Seon begitu saja. Aku cemas Ki Cheol mungkin akan melukainya sebelum menyadari siapa dirinya. Aku bertaruh dengannya.
Aku memberinya waktu 7 hari untuk mendapatkan hati Eui Seon. Aku berkata, kalau ia memenangkan hatinya, aku akan memberikan Eui Seon padanya. Aku minta Ki Cheol mencari tahu apa dia benar2 tabib dari langit. Jadi, Ki Cheol akan membiarkan Eui Seon hidup paling tidak 7 hari.
Selama waktu itu aku akan..

Gongmin tidak melanjutkan rencananya, ia tanya Choi Sanggung apa aku ini Raja yang menyedihkan?
Choi Sanggung : Tentu saja tidak.

Ki Cheol menuangkan anggur untuk Choi Young dan Eun Soo. Eun Soo ingin minum, tapi Choi Young langsung menyambarnya. Aku akan minum duluan.

Ki Cheol tanya, bagaimana? Apa ada racunnya?

Eun Soo kaget, apa? Kau meminumnya untuk mengecek apa anggur itu diracun?
Choi Young : Ya.
Eun Soo marah, apa kau gila? Jika ada racunnya..
Choi Young : Bukankah kau Eui Seon? Kau bisa mengobatiku.

Eun Soo kesal dan berkata ke Ki Cheol, ini semua cuma lelucon kan?

Yang Gak marah, bukankah kau yang lebih dulu bercanda dengan kami, dasar perempuan jalang!
Kau turun dari langit? Tidak ada seorangpun disini yang percaya omong kosong seperti itu. Yang Gak ingin Eun Soo mengatakan identitas aslinya.

Eun Soo melipat tangannya, ia memaki Yang Gak. Omong kosong apa ini. Kau pikir aku tidak memaki karena aku tidak bisa?
Semua jadi geli melihat Eun Soo. Yang gak hanya memandangi Eun Soo dengan kesal. Eun Soo masih belum diam, hei! katanya kau punya pasien? Siapa dia? cepat bawa dia kesini.

Eun Soo mengadu pada Choi Young, orang ini taruhan dengan Raja. Untuk melihat apa aku bisa menyembuhkan pasien disini apa tidak.
Choi Young : Lalu?
Eun Soo : Apa, lalu? Dia mengurungku disini sepanjang malam dan bahkan tidak memberiku sarapan.

Hwa Su In memotong kata2 Eun Soo : Sepertinya kau lupa sesuatu, apa yang terjadi jika kau gagal mengobati.
Eun Soo : Apa yang terjadi?

Su In jalan mengambil anggur, kau akan dieksekusi sebagai monster yang mencoba menipu rakyat. Kepalamu akan dipenggal seperti ini. Su In memberi tanda di sekitar lehernya. Setelah itu, kepala cantikmu akan digantung untuk dipertontonkan pada rakyat agar mereka bisa melihatnya.
Sungguh menyedihkan. Tidak peduli betapa cantik kepalamu saat ini, tidak akan kelihatan bagus jika sudah dipenggal.

Eun Soo stres, bagaimana orang2 ini bisa melakukan trik kotor seperti ini? Ini sama sekali tidak lucu. Aku benar-benar..
Eun Soo minum anggur dan minum lagi. Choi Young mencegahnya, tenanglah. Eun Soo menyingkirkan tangan Choi Young. choi Young akhirnya bisa merampas guci anggur dari Eun Soo.

Ki Cheol tampak geli. Choi Young tanya dimana pasien itu. Ki Cheol berkata awalnya ia berencana mencari pasien di dekat sini. Tapi karena Choi Young muncul, ia jadi mengubah pikirannya.
Ki Cheol menemukan pasien yang lebih cocok.

Choi Young : Siapa dia?

Ki Cheol : Orang yang kau layani sebagai majikan selama 3 tahun terakhir. Kudengar P. Gyeong Chang dibuang ke P. Ganghwa dan dia sakit parah. Jika dia memang Eui Seon, aku yakin dia akan mampu menyembuhkannya.
Choi Young, aku ingin kau mengantarnya ke sana. Karena dia adalah kekasihmu, kau tidak bisa membiarkan dia pergi sendiri kesana kan?

Choi Young : Bangsawan Deok Seong.
Ki Cheol : Apa?

Choi Young : Saya ingin tahu apa rencana anda.
Choi Young tanya sambil menahan Eun Soo yang sudah ingin kabur dari kursinya.

Ki Cheol : Il Jeon Ssang Jo ..aku berencana melumpuhkan 2 rajawali dengan satu panah. Tapi jika berjalan dengan baik, maka akan jadi Il Jeon Sam Jo/membunuh 3 ekor rajawali sekaligus.

Ki Cheol ketawa.
Choi Young dan Eun Soo menatap tajam Ki Cheol.

Ratu Nogook mendapat perawatan dari Jang Bin. Nogook berkata ingin pergi. Choi Sanggung terkejut, Yang Mulia, anda ingin meninggalkan istana?

Nogook tanya seberapa jauh rumah bangsawan Deok Seong, Ki Cheol?
Jang Bin terkejut. Choi Sanggung bingung, Mama..

Nogook : Apa sulit memahami perkataanku?
Choi Sanggung : Pertama, kita harus mendapatkan ijin dari Yang Mulia Raja, lalu merencanakan pengamanan saat anda ada di luar istana.

Nogook : Aku berencana pergi tanpa mengatakan pada Raja, bahkan jika aku harus memanjat tembok istana untuk keluar. (Putri Mongol memang lain hehe..)
Choi Sanggung : Mama..
Nogook : Aku tidak butuh kereta jadi tidak perlu persiapan lainnya.

Nogook jalan menjauh. Choi Sanggung mendorong Jang Bin mengatakan sesuatu. Jang Bin hanya mengangkat tangannya. Choi Sanggung mendorongnya lebih keras, sampai Jang Bin hampir jatuh dan menyenggol meja.

Nogook akhirnya menoleh. Jang Bin berkata ini bukan ide yang bagus.

Nogook : Aku tidak minta pendapatmu.
Jang bin : Apa anda akan pergi ke sana untuk meminta mereka menyerahkan Eui Seon dan Daejang?
Nogook : Aku Ratu negeri ini dan Putri Yuan, apa maksudmu aku tidak bisa melakukan itu?

Jang Bin mengingatkan, jika orang dengan status seperti Ratu pergi ke sana untuk mengajukan permintaan itu, itu akan membuatnya (Ki Cheol) semakin enggan (untuk menyerahkan mereka). Karena dia akan mengerti betapa pentingnya mereka (CY+ES) bagi kita.

Choi Sanggung juga membujuk Ratu : Choi Young itu sangat pintar sejak kecil. Dia sudah pergi untuk membawa Eui Seon kembali. Jadi Yang Mulia bisa merasa tenang, jadi saya mohon..
Nogook terkejut, kau kenal Choi Young sejak ia masih kecil?

Choi Sanggung : Ayah anak itu adalah kakak saya. Jadi saya ini bibinya dan dia adalah keponakan saya. Saya sangat mengenal dirinya.
Nogook : Jadi bibi dan temannya ingin aku hanya duduk dan menunggu.
Jang Bin : Kadangkala, menunggu adalah rencana yang terbaik.

Nogook mana bisa menunggu. Kalau begitu kalian berdua, jika ingin menunggu tunggu saja. Aku tidak tahu bagaimana melakukannya.
Salah satu pengawal Nogook (Jang, penerjemah itu) mendengar ini dan tersenyum. Dia pasti mata2 Ki Cheol.

Eun Soo dan Choi Young siap pergi. Keduanya masih di rumah Ki Cheol. Eun Soo mencari kereta. Choi Young berkata mereka akan pergi dengan kuda.

Eun Soo panik : Aku tidak tahu bagaimana mengendarai kuda dan tidak berencana belajar, jadi kita naik kereta saja. Kau tahu? Yang kunaiki bersama Putri waktu itu.
Choi Young : Aku bilang, kita akan naik kuda. Kau bisa naik yang ini.

Eun Soo usul, apa kita bisa menaikinya bersama? Aku bisa duduk di depanmu. (dia terlalu banyak nonton drama)

Choi Young : Perjalanan ke p. Ganghwa sangat jauh. Kau harus memikirkan kudanya juga. Apa salah kuda ini sampai dia harus membawa dua orang. Kasihan kudanya.

Choi Young mendekat dan ingin membantu Eun Soo naik. Eun Soo menghentikannya, Tunggu! biarkan aku membuat persiapan mental dulu.

Choi Young menghela nafas putus asa dan jalan pergi.
Eun Soo teriak, hei psiko! Apa kau marah?

Choi Young, Eun Soo dan Dae Man memulai perjalanan ke pulau Ganghwa. Mereka lewat hutan. Eun Soo mulai ngoceh, dia membahas pernyataan Choi Young tadi hehe

Eun Soo tanya, sejak kapan itu dimulai? Maksudku, yah.."yeon mo" artinya.."yeon" itu kencan dan "mo" itu suka..jadi seperti aku sangat menyukai orang itu, benar kan? Berarti, itu cinta? Sejak kapan kau jatuh cinta denganku?

Eun Soo cekikikan sendiri. Choi Young kelihatan menyesal kenapa ia harus mengatakan alasan konyol itu hehe..sementara Dae Man senyum2 dibelakang mereka.

Eun Soo bicara lagi, aku benar-benar tidak tahu. Aku sedikit lambat tentang masalah ini, jadi bagaimana aku bisa tahu? Setiap kali aku merawat lukamu, kau selalu menolakku. Kau bahkan tidak pernah melihat mataku.

Eun Soo mencoba melihat ke arah mata Choi Young, tapi Choi Young menghindarinya.

Eun Soo : Coba lihat, kau melakukannya saat ini! Kau tidak bisa melihat ke arah mataku!
Tapi, bagaimana kau bisa datang kesana untuk menyelamatkanku dari rumah mengerikan itu? Rumah itu seperti rumah Boss Mafia (memang Eun Soo pernah masuk rumah Don Corleone?)

Choi Young stres dan jalan mendahului Eun Soo. Eun Soo mengejarnya, kurasa aku tidak boleh menertawakannya. Berapa usiamu? Kau tampak lebih muda dariku..

Choi Young dengan reflek meraih tangan Eun Soo yang akan memegangnya lalu menelikungnya, ingat ini. jangan pernah jalan mengendap-endap dibelakang orang yang membawa pedang. Dan khususnya, jangan menyentuh mereka tanpa peringatan. Lenganmu bisa hilang.

Eun Soo sama sekali tidak merasa takut. Aku tidak takut. Orang yang membawa pedang..apa kau tahu berapa lama aku ada di bagian bedah internis? Saat itu, orang-orang mengayunkan pisau mereka disekitarku.

Choi Young mencoba meluruskan kejadian tadi : Aku mengatakan ini agar kau tidak salah paham. Tadi, waktu aku berkata aku mencintaimu, itu karena..
Eun Soo : Aku tahu. Lupakan saja..aku mengerti.

Choi Young terkejut, matanya membesar : Apa yang kau ketahui?

Eun Soo senyum2, aku yakin kau merasa malu setelah melakukan pengakuan seperti itu. Aku seharusnya tidak menertawakannya. Aku kadang seperti orang bodoh. Aku minta maaf.
Choi Young susah payah berusaha menjelaskan kalau maksudnya bukan itu. Alasanku mengatakan itu karena..

Eun Soo memotongnya lagi : Aku bilang, aku tahu. Aku akan pura2 tidak pernah mendengarnya. Tapi aku sudah mendengarnya, jadi apa yang bisa kulakukan?

Eun Soo memukul dada Choi Young lalu lari.
Choi Young bengong, wanita apa ini..?

Dae Man memanggilnya, Daejang?
Choi Young tiba2 mencengkeram baju Dae Man dengan murka. Kenapa? Dari semua tabib di langit, kenapa aku harus membawanya? Katakan padaku, MENGAPA?

Dae Man ketakutan, ia terbata-bata : ssaya tidak tahu.

Choi Young menghela nafas, ia melepas Dae Man. Choi Young minta Dae Man mengambil peralatan Eun Soo, dia mungkin membutuhkannya.
Choi Young : Tidak peduli siapapun yang kau temui, jangan mengatakan apapun pada mereka.
Dae Man : Ya.
Choi Young : Kami seharusnya akan sampai di pulau Ganghwa besok pagi.

Dae Man janji akan kembali sebelum itu. Choi Young minta Dae Man kembali sebelum gelap.
Dae Man : Apa?
Choi Young : Kami akan melewati Pa Peng. Temui kami disana.
Dae Man menggoda Choi Young : Jadi anda berdua akan sendirian...di malam hari.

Choi Young marah dan mengangkat tangannya, terus saja bicara..(kalau mau dibelah jadi sembilan wkkk)
Dae Man ketakutan, sssaya akan segera kembali.

Ki Cheol memikirkan perkataan dan tingkah laku Eun Soo tadi.
Yang Gak lapor, Ratu sedang menuju kesini. Mata2 kita baru saja melaporkan ini.

Ki Cheol : Apa ini tentang Eui Seon?
Yang Gak berkata tentang Eui Seon dan Woodalchi Daejang. Raja pasti tidak mengijinkannya.
Ki Cheol mengerti, Dia datang sendiri, dia pemberani.

Yang Gak tanya apa yang harus dilakukannya dia itu Putri Yuan, mereka tidak bisa menolaknya dan tidak akan bisa menolak permintaannya.

Ki Cheol : Itulah mengapa harus ada yang terjadi sebelum Ratu sampai di sini.
Lagipula, dia itu adalah orang yang tidak seharusnya masuk ke Goryeo dalam keadaan hidup.
Yang Gak mengerti. Ki Cheol juga minta Yang Gak melakukan sesuatu yang lain.

Jo Il Shin lapor pada Raja Gongmin, Ratu sudah meninggalkan istana. Katanya Yang Mulia pergi ke rumah P. Deok Seong. Ratu bahkan tidak mendengar perkataan Choi Sanggung dan Tabib Jang.
Raja Gongmin : Choi Sanggung dan Tabib Jang ada saat itu?
Il Shin : Ya.

Raja Gongmin : Mereka mencoba menghentikannya?
Il Shin membenarkan, tapi Ratu menolak mendengarnya, jadi..

Gongmin curiga, bagaimana Il Shin tahu sedetil itu? Apa kau punya informan di KWon Seong Jeon, tempat tinggal Ratu?
Jo Il Shin yakin Ki Cheol juga punya informan di kediaman Ratu, jadi ia tidak punya pilihan.

Gongmin : Disini, di istana, di kediamanku, apa ada juga orang seperti itu? Orangmu?
Il Shin berlutut dan minta ampun, ampuni saya Yang Mulia! Yang Mulia! (Il Shin menyebalkan, tunggu dipenggal Choi Young)

Choong Suk masuk. Gongmin tanya apa Choong Suk sudah dengar. Choong Suk mengiyakan, tunggulah sebentar Yang Mulia. Saya akan mengirim anak buah saya ke sana.
Gongmin : Baik. Lakukan itu dan..kau harus pergi sendiri.

Choong Suk : Ya Yang Mulia.
Gongmin : Bawa dia kembali dengan selamat. Lakukan apa saja yang perlu. Bahkan jika kau harus mengikat dan menyeretnya, bawa saja dia dengan selamat kesini, di depan mataku.
Choong Suk : Baik.

Ratu pergi dengan jalan kaki bersama Jang Bin, Choi Sanggung dan para pengawalnya. Astaga ..berani sekali dia.
Jang Bin dan Choi Sanggung menyadari ada musuh. Choi berkata ke Ratu, kita harus bergegas.

Tiba2 mereka dikepung. Choi Sanggung memerintahkan bentuk formasi : Posisi bertahan ke-7!
Choi Sanggung ternyata bisa bela diri, ia dan Jang Bin mencoba mengawal Ratu keluar dari kepungan musuh.

Dae Man kembali ke RS istana, ia mencari peralatan medis Eun Soo. Dae Man menemukannya dan segera mengambilnya.
Tapi ia mendengar suara di luar.

Deok Gi harus menghadapi Yang Gak dan anak buahnya yang mencoba mencuri peralatan Eun Soo juga. Yang Gak berkata, ia mendengar ada gadis bisu yang mengenal semua tanaman herbal di seluruh Goryeo dan ada di RS istana, pasti kau orangnya. Aku hanya ingin mengambil barang2 itu, jika kau tidak melawan aku tidak akan melukaimu.

Dae Man menolong Deok gi. Yang Gak mengenali Dae Man, bukankah kau...anak yang datang ke rumah tadi? Apa kau juga harus mengambil peralatan Eui Seon?

Yang Gak meniupkan racun bubuk ke arah Dae Man. Dae Man jatuh kesakitan dan mulutnya berbusa. Yang Gak menyingkirkan Deok Gi dan mengambil peralatan Eun Soo lalu pergi.

Dae Man kesakitan, ia tampak tercekik. Deok Gi berusaha menolong Dae Man. (Dragon ball selamat, dia masih muncul di ep 10, tenang..)

Eun Soo dan Choi Young istirahat makan di sebuah desa. Eun Soo sedang menikmati bapao-nya. Choi Young minta Eun Soo menunggu disitu sebentar.
Eun Soo : Kenapa?

Choi Young : Aku merasa tidak enak tentang sesuatu.
Eun Soo : Tentang apa?
Choi Young : Aku harus pergi ke satu tempat.
Eun Soo : Kemana?

Choi Young pusing, aku tidak akan mengulang ini untuk kedua kalinya. Jika kau tanya aku "mengapa", "kemana", atau "apa", aku tidak akan menjawabnya. Jadi saat aku minta kau menunggu, kau hanya perlu menunggu. Aku tidak akan lama, jadi tolong duduk disini dan jangan bergerak.

Bapao itu..makan saja yang banyak.

Eun Soo tetap mengejar Choi Young, kalau begitu katakan satu hal padaku. Kemana arahnya? lorong langit itu?
Choi Young : Apa?

Eun Soo : Aku minta maaf, tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan taruhan antara si pria aneh itu dan Raja. Jika aku tidak bisa menyembuhkan pasien ini, dia ingin memenggal kepalaku. Kenapa aku harus melalui itu? Katakan saja padaku dimana tempatnya.
Aku tidak memintamu pergi denganku. Aku akan pergi kesana sendiri. Jadi, pertimbangkanlah hubungan kita selama ini, biarkan aku pergi.

Choi Young : Dengar Eui Seon.

Eun Soo : Lalu, Psiko, kau bisa pergi kemanapun kau mau. Dan katakan saja kau kehilangan aku. Dan juga pinjami aku uang. Meskipun aku tidak akan bisa membayarnya kembali padamu. Tapi, paling tidak kau bisa melakukan itu untukku kan? Kau berkata...kau mencintaiku.

Anak buah Ki Cheol ingin membunuh Ratu. Eum Ja duduk di atas atap dengan serulingnya, ia memberi tanda untuk menyerang Ratu.

Untung Jang Bin berhasil mengatasi serangan panah. Ratu Nogook kelihatan marah, beraninya mereka.

Eum Ja melihat pasukan Woodalchi. Ia memberi tanda pada para pemanah untuk menghabisi mereka yang menyerang Ratu agar tidak tertangkap oleh pasukan Woodalchi.
Choong Suk memerintah anak buahnya untuk menangkap semuanya, agar tahu siapa yang menyuruh mereka.

Ratu akhirnya pulang ke istana. Raja Gongmin marah dan ingin pergi ke kamar Nogook. Tapi ia berhenti dan berbalik. Gongmin berhenti lagi dan ingin kembali ke kamar Nogook, tapi tidak jadi lagi dan pergi. Para Woodalchi dan kasim harus bolak balik mengikutinya.

Adegan ini benar2 lucu, tapi semua pelakunya serius semua. Benar2 drama impianku haha..

Choi Sanggung minta agar Ratu menemui Raja terlebih dulu, tolong temui Yang Mulia dan minta maaf.
Nogook tidak mau. Choi Sanggung minta Ratu memberi penjelasan pada Raja.

Nogook : Jika Raja benar2 ingin tahu, dia akan datang kesini dan tanya. Maka aku akan mengatakan padanya.

Choi Sanggung : Ma Ma, apa anda tahu betapa cemasnya Yang Mulia pada anda? Sampai dia mendengar kalau anda sudah kembali dengan selamat, dia mondar mandir..
Nogook : Itu hanya kata-kata kosong.
Choi Sanggung : Yang Mulia.

Nogook : Itu hanya kebohongan saja, apa tidak ada satupun dari kalian yang bicara tanpa berbohong kepadaku?

Raja Gongmin juga marah2. Choong Suk mendampingi Raja. Gongmin kesal, apa dia tidak bisa berkata Aku minta maaf atau terima kasih? Dia tidak mengatakan sesuatu seperti itu? Sepanjang perjalanan pulang ke istana, dia tidak mengatakan apapun?

Choong Suk : Ratu hanya mengatakan dua hal. Saat saya minta Ratu kembali ke istana, dia berkata : Kenapa?
Lalu saat saya mengatakan kalau Yang Mulia Raja menunggunya, dia berkata : itu tidak mungkin terjadi.

Gongmin : Itu tidak mungkin terjadi?
Choong Suk : Ya. Mereka yang menyerang Ratu mengenakan baju seperti preman jalanan. Tapi pengawal Ratu berkata mereka jelas pasukan terlatih. Saya yakin P. Deok Seong yang mengirim mereka.
Mereka membunuh anak buah mereka sendiri untuk membungkamnya. Saya tidak mengenal orang lain yang mampu melakukan itu.

Gongmin menanyakan Eui Seon dan Choi Young. Choong Suk lapor kalau anak yang mengikuti Choi Young kembali untuk mengambil peralatan Eui seon, tapi..peralatan Eui Seon dicuri dan anak itu diracun.
Racunnya sangat kuat dan meskipun tabib Jang sudah mengobatinya, dia masih belum sadar juga.

Gongmin : Jadi maksudmu, kau tidak tahu? Kau tidak tahu dimana Eui Seon dan Choi Young sekarang serta apa yang mereka lakukan?
Atau apakah mereka masih hidup atau mati?

Choong Suk yakin tidak akan ada yang terjadi pada keduanya. Gongmin tanya bagaimana Choong Suk bisa tahu tidak akan ada yang terjadi?

Choong Suk : Karena dia Daejang. Daejang yang saya kenal tidak akan masuk ke dalam pertempuran yang tidak bisa ia menangkan. Dia tahu bagaimana caranya membungkuk/mengalah jika perlu. Mereka akan baik-baik saja.

Gongmin menatap tajam Choong Suk. Choong Suk akhirnya menambahkan ...biasanya seperti itu.

Tidak akan ada yang terjadi? yah right. Daejang saat ini sibuk mengajari Eui Seon naik kuda. Tolong naik. Eun Soo masih belum berani dan memandang pelana kuda dengan takjub.

Choi Young : Tidak peduli kau mau pergi denganku ke pulau Ganghwa atau melarikan diri ke lorong langit, kau tetap harus bisa naik kuda.

Eun Soo minta waktu untuk bersiap. tunggu sebentar. Apa kuda memang selalu sebesar ini?

Choi Young tidak sabar dan mengangkat Eun Soo, tangan kirimu disini. Tangan kanan disitu. Injak ini dengan kakimu.
Eun Soo masih takut, kudanya terus saja bergerak. Choi Young menyuruhnya naik.
Eun Soo : Tapi kudanya bergerak!

Choi Young hampir putus asa, aku memeganginya. Kau tinggal naik saja.Satu, dua, ..tiga.

Eun Soo akhirnya naik juga ke punggung kuda, tapi masih belum berani bergerak. Ia tidak mau duduk tegak.

Choi Young : Aku suruh kau duduk tegak. Kau tidak bisa naik kuda dengan perutmu. Apa kau mau berkuda seperti itu?
Choi Young : Ayo duduk tegak. Duduk! Choi Young tampak frustrasi.

Jangan menarik kekangnya terlalu kuat, biarkan saja kudanya jalan.
Eun Soo : Lalu apa yang harus kulakukan, melepaskannya?
Choi Young : Aku tidak memintamu melepasnya, kendurkan saja sedikit.
Eun Soo : Lalu apa yang harus kupegang?

Choi Young berkuda di samping Eun Soo, lihat, lihat aku.
Eun Soo: Lihat apa?
Choi Young : Lihat aku.
Eun Soo : Iya, aku melihatmu.

Choi Young : Aku ingin kau mempercayai kudanya.
Eun Soo : Aku percaya pada kuda ini, tapi dia tidak percaya padaku.
Choi Young : Kau harus percaya padaku. Jika kau jatuh, aku akan menangkapmu.

Eun Soo mulai bisa naik kuda meskipun pelan. Choi Young mengajarinya untuk berkuda dengan lebih cepat.
Eun Soo mendengarnya dan kali ini ia bisa berkuda dengan cepat, ia senang sekali..lihat, aku bisa lari. Aku pergi sekarang.

Malam sudah tiba dan Dae Man belum sampai ke lokasi itu. Choi Young dan Eun Soo harus berkemah diluar. Eun Soo kagum dengan kondisi Choi Young yang cepat pulih. Dalam beberapa hari, aku bisa mengambil jahitanmu dan kau akan baik2 saja.

Eun Soo heran, kalau kau bisa pulih dengan sedemikian cepat, kenapa kau menakutiku seolah kau sekarat? kau masih punya aspirin kan? Kau harus memakannya lagi, ok?
Choi Young melempar selimut, kau bisa tidur dengan alas ini.
Eun Soo jalan menjauh dengan selimut.

Choi Young menyuruhnya tidur di dekatnya, disini. Di dekatku.
Eun Soo : Dimana?

Choi Young menunjuk tanah di sampingnya : Disini
Eun Soo : Di tengah malam, diatas gunung seperti ini, rasanya sedikit tidak enak untuk pria dan wanita sendirian saja. Dan kau mau aku tidur disana? Tepat disampingmu?

Choi Young : Semakin kau jauh dariku, semakin sulit aku melindungimu.

Eun Soo tanya apa Choi Young memang suka melindungi, atau mungkin itu penyakitmu? Kau harus melindungi Raja, melindungi janjimu dan juga melindungiku. Kau tidak melakukannya begitu saja, tapi kau bahkan mempertaruhkan nyawamu.
pasien yang akan kita temui saat ini, maksudku..apa dia adalah Raja sebelum Raja yang sekarang ini? Apa kau juga melindungi mantan Raja? Benarkah?

Choi Young : Karena aku adalah Woodalchinya selama 3 th.
Eun Soo : Apa kalian jadi dekat?

Choi Young : Raja dan pengawalnya tidak punya hubungan apapun.

Eun Soo tidak percaya, kalau memang tidak ada hubungan kenapa Choi Young tetap menyeretnya menemui mantan Raja. Kau cemas karena mantan Raja sakit, ya kan?
Choi Young yang kesal karena Eun Soo tahu pikirannya menyuruh Eun Soo tidur saja.

Eun Soo tidak mengantuk, kita bicara saja. Kita tidak tahu satu sama lain. Apa kau tahu namaku?

Eun Soo : Aku Eun Soo. Yoo Eun Soo. Apa kau sudah menikah? Biasanya orang2 di masa lalu menikah muda. Apa kau sudah menikah?
Choi Young : Aku tidak menikah.

Eun Soo menghela nafas, jadi kau tidak menikah. Tapi..kalau kau terus saja menikam orang sepanjang hari, mana ada gadis yang akan menyukainya?

Choi Young : Tidurlah, kita akan berangkat pagi-pagi sekali.
Eun Soo : Aku juga tidak.
Choi Young : Apa?

Eun Soo : Maksudku, aku juga tidak menikah. Orang tuaku memiliki sawah di daerah pedesaan. Aku memiliki kehidupan single yang luar biasa, tinggal sendiri di Seoul.
tapi kemudian aku diculik dan dibawa kesini. Karena putri tunggal mereka mendadak hilang, ibuku pasti sakit karena mencemaskanku.

Choi Young membuang muka. Ia merasa bersalah. Apa kau tidak mau diam dan tidur?
Eun Soo : Kau harus menepati janjimu, setelah aku mengobati mantan Raja ini, bawa aku ke lorong langit atau apapun itu.

Choi Young diam saja. Eun Soo memanggilnya, hei, psiko!
Choi Young : Apa?
Eun Soo : Goodnight. Artinya selamat tidur.
Eun Soo tidur memunggungi Choi Young. Choi Young mengeluarkan botol aspirin dan memakan pilnya. Choi Young mengamati Eun Soo.

Choi Sanggung mendengar dari Kasim kalau Raja tidak bisa tidur dan tidak makan. Ia menghadap Raja. Yang Mulia, ini Choi Sanggung.
Gongmin tanya apa choi Sanggung ingin memarahinya.

Choi Sanggung hanya berkata ia tahu Raja susah tidur, ia akan minta Tabib Jang membawakan obat agar Raja bisa tidur. Dan..saya tidak tahu apa selera Yang Mulia sudah berubah, tapi saat anda kecil anda menyukai bubur susu. Saya akan menyiapkannya untuk anda.

Gongmin jalan mendekati Choi Sanggung, ia tanya, Sebagai Raja pertimbangan pertamaku seharusnya adalah rakyatku. Mana yang lebih mendatangkan manfaat untuk rakyat?
Jika aku menyerah padanya, berkata kalau ia bisa melakukan sesuai yang diinginkannya, maka..apa itu akan membawa kedamaian untuk rakyatku? Apa aku hentikan saja pertempuran yang melelahkan dan sulit ini, mencoba mengalahkannya.

Tidak peduli itu Daejang atau Eui Seon, jika mereka menjadi miliknya dan bukan milikku, mereka tidak perlu mencemaskan nyawa mereka. Dengan demikian, Eui Seon akan diperlakukan dengan penuh hormat dan hidup dengan mewah.

Choi Sanggung : Setelah beberapa puluh tahun tinggal di istana ini, saya telah mendengar beberapa hal, tapi bukan tempat saya untuk mengatakannya.
Gongmin ingin Choi Sanggung mengatakannya.

Choi Sanggung : Jika maksud Yang Mulia adalah P. Deok Seong, orang itu hanya memikirkan satu hal saja. Yaitu dirinya sendiri. "Bagaimana aku bisa menjadi lebih berkuasa dan lebih kaya?" "Bagaimana aku bisa memeras rakyat lebih lagi agar aku bisa menambah kekayaanku." Baginya, rakyat adalah benda yang bisa ia gunakan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih lagi.
Apa Yang Mulia akan memberikan rakyat anda pada orang seperti itu?

Gongmin : Tapi tidak ada cara lain lagi. Tidak peduli betapa kerasnya aku berpikir, tidak ada yang bisa kulakukan.

Choi Sanggung, sebagai Raja..ada beberapa hal yang tidak boleh anda katakan. "Tidak ada jalan lain.", "Tidak ada yang bisa anda lakukan.", itu adalah hal-hal yang tidak boleh dikatakan oleh seorang Raja.
Gongmin : Aku tidak boleh mengatakan itu?
Choi Sanggung : Tidak boleh.
Gongmin mengerti : Karena aku seorang Raja.
Choi Sanggung : Benar.

Gongmin geli, kalian benar2 berasal dari keluarga yang sama. Kau dan Choi Young.
Raja berbalik : Aku memang merindukan makanan itu, bubur susu itu. Tolong siapkan.
Choi Sanggung membungkuk, akan segera saya siapkan, Yang Mulia.

Choi Young mengamati Eun Soo yang tidur, ia tanya, apa kau sudah tidur? Eun Soo diam saja.
Choi Young berseru, apa kau akan berdiri disana sepanjang malam?

Su In muncul dan mendekati Eun Soo. Choi Young melemparkan ranting di depan Su In untuk menghentikannya.
Su In tersenyum tipis, lalu duduk di depan Choi Young.
Su In : Kalau kau tahu, seharusnya kau memanggilku dari tadi. Aku sudah menunggu lama sekali.

Choi Young : Anak itu (Dae Man- my dragon ball) seharusnya sudah sampai disini sekarang, tapi ia belum tiba. Apa ini karena kalian?
Su In tidak tahu, ia lebih senang mengamati Choi Young dan Eun Soo. Aku tidak punya energi melakukan yang lainnya.

Choi Young ingin tanya sesuatu. Su In menggodanya, apa? pertanyaan yang hanya bisa ditanyakan saat kekasihmu tidur? Tapi, apa kalian berdua benar2 pasangan kekasih?

Choi Young : Majikanmu mengirim kami ke pulau Ganghwa.
Su In : Katanya kalian adalah kekasih, tapi ia menyebutmu pembunuh.
Choi Young : Tidak mungkin dia (KC) benar2 mencemaskan kesehatan Pangeran.
Su In : Meskipun demikian, dia tidur di dekatmu, ada apa ini?

Choi Young merasa Ki Cheol tidak perlu susah seperti ini kalau hanya ingin menyingkirkannya dan Eui Seon. Ini terlalu rumit.

Hwa Su In tanpa tahu malu duduk di pangkuan Choi Young. Dia tanya, apa rahasia Choi Young? Pria seperti dirimu. Bagaimana kau bisa membuat wanita begitu mempercayaimu?
Choi Young tidak terpengaruh, ia tetap tanya, apa dia ingin menyerang Raja?

Su In : Apa kau tidak tertarik untuk mendapatkan hatiku?
Choi Young tidak menggubrisnya : Apa yang diinginkannya dari Raja?

Su In jadi jengkel dan berdiri, apa ini? Kau sungguh membosankan. Choi Young. Kau hanya satu dari mereka yang begitu setia pada Raja. Di malam seindah ini...

Choi Young : Jadi kau tidak tahu apapun. Ah kau ini cuma anjing pesuruh yang tidak tahu rencana majikanmu. Aku tidak tertarik lagi.

Su In menjelaskan, orang itu bukan majikanku, tapi Sa-hyungku. (Kakak seperguruan) dan aku adik seperguruannya. Sebenarnya, aku ini adik kesayangannya. Jadi seharusnya kau tertarik padaku.
Choi Young berkata akan tidur sebentar dan minta Su In pergi sebelum Eui Seon bangun dan ketakutan melihatmu.

Su In mendekat, besok pagi, Sahyung mungkin akan menemui Yang Mulia Raja. Dia mungkin akan mengatakan sesuatu seperti...tinggal 5 hari lagi untuk memenangkan hati Eui Seon. Dan dia mungkin akan menyebut namamu.
Kakak ingin memiliki dirimu. Aku bisa merasakannya, keinginannya semakin kuat saja.

Su In tersenyum dan pergi. Choi Young tampak menahan marah. Ia memandang ke arah Eun Soo yang tidur.

Paginya, Ki Cheol ingin menghadap Raja. Ki Cheol berkata, Woodalchi Daejang Choi Young sudah datang ke rumahnya dan menculik Eui Seon.

Gongmin tidak heran mendengarnya. Meskipun aku mendengarnya, aku tidak akan percaya itu. Aku sudah mendengar kalau pengamanan di rumahmu bahkan jauh lebih baik daripada di istanaku. Jadi, ia menyerbu masuk ke rumahmu dan menculik siapa?

Ki Cheol : Saya malu mengakuinya, tapi itu benar. Itu serangan mendadak dan dia sangat hebat.
Gongmin : Woodalchi Daejangku menculik Eui Seon, mengapa ia melakukan itu?

Ki Cheol menjelaskan alasannya. Apa Yang Mulia tahu kalau Choi Young sangat disukai oleh mantan Raja? legipula, apa anda tahu kalau P. Gyeong Chang menderita penyakit kronis?

Gongmin melihat ke arah Choong Suk. Choong Suk menjelaskan, P. Gyeong Chang menderita sakit di mata dan telinganya sebelum ia turun takhta.

Ki Cheol : Jika Choi Young membawa Eui Seon kesana hanya karena ia mencemaskan kesehatan Pangeran, lalu kenapa dia tidak meminta ijin Yang Mulia lebih dulu? Demi keponakan anda, saya yakin anda akan memberikan ijin.
Gongmin tidak mau putar2 lagi. Ia jalan mendekat, P. Buwon, kita tidak cocok bermain-main kata, tolong langsung pada intinya.

Ki Cheol : Saya mungkin tidak pantas menanyakan ini pada anda, tapi seberapa baik Yang Mulia mengenal orang itu, Choi Young? Hanya sekitar sebulan lebih. Sejak ia mengawal Yang Mulia dari Yuan sampai istana ini.
Hubungan Choi Young dengan mantan Raja lebih dekat dari hubungan antara Raja dan pengawal pada umumnya. Karena mantan Raja baru berusia 12 th saat ia menjadi Raja, Choi Young menjadi lebih dari pengawal baginya. Dia juga adalah gurunya, bahkan seperti kakaknya.

Menculik Eui Seon dan bergegas membawanya ke sana, apa Choi Young minta ijin Yang Mulia atau mengatakan satu katapun tentang itu?

Gongmin mengerti maksud Ki Cheol, jadi apa kau mencoba mengatakan kalau Woodalchi Daejangku pergi ke sana untuk membawa P. Gyeong Chang kembali ke takhta dan telah melakukan kejahatan besar?
Ki Cheol : Bukankah memang seperti itu?

Choi Young berkuda ke arah lokasi pembuangan P. Gyeong Chang. Ia melihat pondok mantan Raja dan memeriksa sekeliling sekilas, tidak ada penjaga bahkan pelayan satupun. Choi Young turun dari kuda dan jalan masuk.

P. Gyeong Chang sakit dan berbaring di atas tempat tidur jerami. Ia mendengar suara dan duduk. Kasihan, masih kecil harus menderita seperti ini. Dia dulu adalah Raja ke-30 Goryeo Chungjeong (Anak Raja Chungmok- yg membunuh ketua Moon)

Gyeong Chang melihat Choi Young membuka pintu. Ia langsung turun dan lari menyongsong Choi Young. Young! Young! Gyeong Chang terjatuh karena terlalu bersemangat.
Choi Young menolongnya. Ia menanyakan kabar Gyeong Chang. Yang Mulia, apa kabar anda?

Gyeong Chang Bu won Gun mulai menangis, Young..kau datang menemuiku. Gyeong Chang memeluk Choi Young.

Choi Young tersenyum dan balas memeluknya. Ia benar2 terlihat menyayangi Gyeong Chang. Tapi senyum Choi Young pudar saat melihat kondisi kediaman Gyeong Chang yang begitu menyedihkan.
Eun Soo terharu melihat mereka.

Eun Soo memeriksa telinga Gyeong Chang. Sementara Choi Young ada di samping Gyeong Chang.
Gyeong Chang berkata ia sudah mendengar Choi Young pergi ke langit dan membawa tabib itu kesini. Aku tahu kau pasti seperti itu, di dunia ini. Hanya kau yang bisa melakukan sesuatu seperti itu.

Eun Soo melihat sesuatu seperti nanah di sekitar lubang telinga Gyeong Chang, ia tampak serius.
Gyeong Chang ingin tahu seperti apa langit itu. Ceritakan semuanya, apa orang2 disana semuanya cantik seperti dirinya?

Eun Soo tersenyum senang dan ia memuji Gyeong Chang yang memiliki selera yang bagus.
Gyeong Chang bingung, apa arti kata selera ..Young?

Choi Young ketawa, Abaikan saja dia. Dia kadang mengatakan kata-kata yang hanya digunakan di langit.

Eun Soo tanya apa Gyeong Chang kadang melihat sesuatu dengan dobel atau sakit di telinga?
Gyeong Chang kagum, kau sungguh benar seorang Eui Seon. Bagaimana kau tahu hanya dengan melihat saja?

Eun Soo : Apa anda kadang tidak bisa mendengar?
Gyeong Chang : Ya, benar. Itu pernah terjadi sebelumnya. Ini hebat Young, dia benar2 ajaib.

Choi Young hanya tersenyum, tapi ia tahu pasti ada yang tidak beres. Ia tukar pandang dengan Eun Soo. Eun Soo minta ijin melihat kaki Gyeong Chang.

Gyeong Chang mengijinkannya. Eun Soo mulai menggulung celana Gyeong Chang ke atas dan terkejut melihat kakinya. Kaki Gyeong Chang memar dimana-mana.

Gyeong Chang tanya tentang langit lagi. Choi Young mencoba menghibur Gyeong Chang dengan apa yang dilihatnya, saya hanya melihat sebagian kecil saja. Rumah2nya sangat tinggi, hampir menyentuh langit.
Saat malam, mereka menyalakan penerangan dimana-mana. Orang2 mengendarai kereta tanpa kuda. Kereta2 itu bahkan memiliki sinar yang akan menerangi jalan.
Juga ada lukisan besar yang dibuat dari sinar.

Gyeong Chang tampak senang mendengar cerita Choi Young. Eun Soo tampak muram.

Gyeong Chang tertidur. Eun Soo jalan ke arah Choi Young, ia perlu melakukan CT Scan dan biopsi untuk membuat diagnosa yang tepat. Tapi melihat telinganya dan gejalanya, aku curiga dia kena rhabdomyosarcoma (Sejenis kanker ganas, menyerang sel otot/jaringan lunak. kanker ini sering terjadi pada anak2 usia dibawah 15th)

Choi Young hanya ingin tahu satu hal, apa kau bisa mengobatinya?
Eun Soo : Kankernya sudah menyebar sampai kaki, ini mungkin sangat ganas.
Choi Young : Tapi kau bisa menyembuhkannya, ya kan?

Eun Soo merasa tumornya pasti sudah menyebar, untuk mencegahnya menyebar lebih lagi, dia harus dioperasi. Setelah itu..meskipun demikian, pengobatannya akan memakan waktu sangat lama. Meskipun operasinya berhasil, ia juga perlu kemoterapi.
Pertama, kita harus membawanya kembali ke RS Istana. Aku membutuhkan peralatanku dan juga bantuan Tabib Jang.

Choi Young : Itu tidak mungkin.
Eun Soo : Kita harus kembali untuk melakukan operasi.
Choi Young : Kita tidak bisa pergi. Pangeran ada dalam pembuangan dan tidak diijinkan meninggalkan rumah ini. Dengan kata lain, jika ia keluar satu langkahpun keluar rumah, ia sudah melanggar hukum.

Tanpa sepengetahuan keduanya, P. Gyeong Chang tidak tidur. Ia mendengar semuanya. Kasihan.

Bae Choong Suk panik, ia meminta Ju Suk segera menemui Choi Young. Temukan Daejang dan jelaskan situasi ini padanya. Dia harus meninggalkan semuanya sekarang dan kembali ke istana.
Ju Suk mengerti. Choong Suk masih menahan Ju Suk, jika dia melakukan kesalahan sedikit saja, Daejang kita akan di tuduh melakukan penghianatan. Bahkan Raja sudah mulai curiga kepadanya, jadi..

Ju Suk segera naik kuda dan janji akan membawa Choi Young kembali secepatnya.
Choong Suk masih menahan kuda Ju Suk, jika..meskipun Daejang tidak akan melakukan hal seperti ini..Daejang tidak boleh keluar satu langkahpun dengan Pangeran. Kalau dia melakukannya, semuanya akan berakhir. Katakan semua padanya dengan jelas.
Ju Suk : Baik.

Ki Cheol terus memantau kesiapan orang2nya di p. Ganghwa. Ki Won menenangkan kakaknya, mereka sudah ada di sana dan menunggu instruksi.
Ki Cheol : Adik ketiga?
Ki Won : Hwa Su In, bukankah dia akan membuat persiapan sendiri? Tapi kakak, saya belum pernah melihatmu gugup tentang rencanamu sebelumnya.

Ki Cheol mendelik dan Ki Won langsung memperbaiki kata2nya, maksud saya..kakak terlihat sangat bersemangat melakukan ini. Ki Cheol merengut dan jalan pergi. Ki Won menghela nafas lega.

Yang Gak membuka bungkusan berisi peralatan kedokteran modern milik Eun Soo. Ini peralatan Eui Seon, saya membawanya kesini kemarin.
Ki Cheol syok melihat peralatan itu. Ia langsung membungkus kembali dan lari ke ruangan lain.

Ki Cheol masuk ke ruangan yang seperti lab. Ia membuka sebuah peti, lalu mengeluarkan kotak peralatan kecil. Ki Cheol membukanya.
Isi kotak itu ternyata adalah peralatan medis yang sama dengan milik Eun Soo (what?) hanya sudah sangat berkarat dan tampak lama sekali.

Ki Cheol membandingkan peralatan itu satu persatu. Sama persis. Semua syok melihatnya. Ki Won berkata peralatannya mirip. Persis sama, bagaimana bisa? Kakak, bukankah peralatan ini adalah milik guru kita yang diberikan kepadamu?

Ki Cheol : Guru memberikan ini semua padaku. Guru berkata ini semua adalah milik Hwata.

Yang Gak dan Ki Won terkejut, maksud anda wanita itu..benar2 murid Hwata?
Ki Cheol panik, dimana dia? Ki Won berkata dia ada di Ganghwado. Ki Cheol marah dan memperingatkan, dia tidak boleh terluka! Katakan pada mereka untuk tidak menyentuh sehelai rambutpun dari kepalanya!

Ki Won bingung, ini sudah terlambat untuk mengatakan pada mereka. Sebentar lagi matahari terbenam dan mereka akan menyerang saat itu.
Ki Cheol akan pergi sendiri untuk menjemput Eun Soo. Ki Won dan Yang Gak mengejarnya.

P. Gyeong Chang tiduran sambil mendengarkan Eun Soo cerita tentang "langit". Eun Soo cerita, kalau disana ada banyak hal menarik. Apa ya yang harus kuceritakan lebih dulu? Ah..ada grup musik cewek (ha!). Seperti boneka, mereka sangat cantik.

Choi Young masuk membawa tempat air dan meletakkannya di tungku. Saya akan pergi dan segera kembali. Saya akan segera kembali sebelum matahari terbenam besok pagi.

P. Gyeong Chang langsung berdiri, ia tidak setuju. Tidak! malam ini kau harus tinggal bersamaku.
Choi Young : Ma ma.
P. Gyeong Chang menangis, apa kau tahu aku sangat merindukanmu? Dan aku punya banyak pertanyaan untukmu.

Eun Soo membujuk P. Gyeong Chang, biarkan saja dia pergi. Saya bisa menceritakan banyak hal tentang langit. Mobil, pesawat, komputer, grup cewek, games, semua itu. Saya akan menceritakan semua tentang itu.

Choi Young : Aku hanya perlu membawa barang2 yang kau sebut, kan?

Eun Soo : Akan lebih baik kalau kau juga bisa menyeret tabib Jang.
Choi Young : Aku akan meninggalkan Yang Mulia padamu.

Eun Soo : Apa ini? Sekarang aku juga seorang pengasuh? Kalau tiba saatnya kau membayarku, jangan terkejut kalau jumlahnya sangat besar. Kau siap-siap saja.
Gyeong Chang heran, apa tadi itu juga kata2 langit? Apa artinya?

Eun Soo geli, apa maksud anda? Pengasuh? Eun Soo dan Gyeong Chang sudah tampak akrab.
Choi Young membungkuk ke arah Gyeong Chang, saya pergi.

Eun Soo melambaikan tangan, cepat kembali! Gyeong Chang menirukan Eun Soo dan melambai pada Choi Young.

Choi Young menoleh ke arah mereka dan tersenyum. Tapi sepertinya ini keadaan damai terakhir untuk mereka bertiga.

Pasukan Ki Cheol sudah menyelinap di sekitar kediaman Gyeong Chang. Choi Young keluar. Ia langsung menyadari kehadiran mereka.

Beberapa orang menyerang Choi Young. Choi young melumpuhkan mereka satu per satu. Lalu ia melihat Su In. Su In tertawa, kau mau kemana?

Choi Young berbalik dan masuk lagi ke dalam rumah. Eun Soo dan Gyeong Chang terkejut. Choi Young langsung menggandeng Gyeong Chang, Yang Mulia tolong ikuti saya.
Eun Soo bingung, kenapa? Choi Young berkata mereka akan langsung lari keluar dari pintu dengan cepat. Apapun yang terjadi, kalian tidak boleh berhenti atau tertinggal. Kalian harus tetap bersama saya. Apa kalian siap?

Eun Soo : Apa yang terjadi?
Choi Young : Kalau kau siap..
Choi Young menghunus pedang dan berkata mereka harus lari. Ayo!

Choi Young, Eun Soo dan P. Gyeong Chang langsung lari dari dalam rumah. Choi Young mengayunkan pedang untuk mengamankan mereka.
Beberapa pembunuh berusaha mendekat dan menyerang. Satu per satu ditumbangkan oleh Choi Young.

Hwa Su In dengan santai mengamati mereka sambil menggigit buah. Su In seperti menunggu sesuatu. Lalu saat melihat pasukan pemerintah, ia tersenyum penuh arti ke arah Choi Young lalu pergi.

Choi Young tertegun, ia mengerti sekarang apa rencana Ki Cheol.

Kapten pasukan pemerintah menghalanginya : Penjahat, berhenti disana! Kalian berani keluar dari kediaman ini?

Choi Young mengenalkan diri, saya Woodalchi Daejang, Choi Young. Ada pembunuh yang datang, jadi saya harus membawa Yang Mulia ke tempat aman. Pembunuhnya ada..

Tiba-tiba pembunuh yang tadi bersembunyi muncul lagi. Mereka melempar bom ke arah pasukan pemerintah, lalu menembakkan panah ke arah mereka. Para pembunuh menghadapi pasukan pemerintah, lindungi Yang Mulia!

Mereka bersikap seolah-olah sedang melindungi Gyeong Chang dan ingin melawan pemerintah. Mereka berdiri di sisi Choi Young.

Pasukan pemerintah langsung teriak, mereka penghianat! Tangkap mereka.
Kedua pasukan bertempur. Eun Soo melindungi P. Gyeong Chang yang ketakutan.

Choi Young berdiri. Ia bingung tapi mulai mengerti apa yang terjadi. Choi Young marah.

Faith [1], [2], [3], [4], [5]

Notes :
Jadi, Ki Cheol ingin membuat Choi Young seolah ingin melarikan diri dengan P. Gyeong Chang dan tidak setia pada Raja Gongmin. Ini strategi Ki Cheol untuk menggoyahkan rasa saling percaya antara Raja dan Woodalchi Daejangnya.

Behind the scenes :

Menarik pedang dengan cepat ternyata sulit ya :)


Hee Sun : Sekalian pijit disini ah..rasanya enak sekali haha..


Lariii...!!! nuna memukulku ...:)

2 comments:

  1. tengkyu mbak tirza...sinopsisnya & foto2 behind the scene-nya...
    btw aq mo tanya nih kenapa yg jadi raja P.Gongmin & bukannya P. Gyeong Chang. bukankah zaman dahulu biasa terjadi spt itu...apakah P.Gongmin hanya sekedar pengganti sementara sampai P. GyeongChang besar ataukah telah terjadi kudeta.

    Aq suka dengan putri Nogook...meski emosional tapi dia wanita cerdas.

    ReplyDelete
  2. @Rienz, tentang Gyeong Chang/Raja Chunjeong tidak banyak info. Mungkin memang siasat Ki Cheol yang sesuka hati mengganti Raja. selama Gyeong Chang memerintah, yang mengendalikan pemerintahan adalah dari keluarga ibu suri/ibunya Gyeong Chang. Sedih ya kehidupan Raja2 jaman dulu.
    Aku juga suka Nogook yg disini.

    ReplyDelete